-
-
-
Chapter 60
Gwenie
11:12,Aug 27,2021
Dengar-dengar Rubah kecil yang merusak keluarga Li, diusir ke luar negeri selama bertahun-tahun kini telah kembali.
Saat itu malam, Jaston Li mencubit pinggangnya dan mendorongnya keras ke sudut dinding, sorot matanya begitu gelap: "Kapan aku mengizinkannya?"
Yunie Qiao tersenyum dingin: "Tuan Li, omongan orang-orang di belakang itu sangat mengerikan, hubungan di antara kita sudah lama selesai, tolong hormati dirimu sendiri."
Keesokan harinya, orang kuat dan berkuasa di Beijing langsung menerima peringatan kartu merah dari keluarga Li: "Temperamen nyonya muda kami tidak begitu baik, dia tidak bisa mendengar gosip apapun."
Orang-orang yang duduk menunggu Yunie Qiaopun berlari: ??? Kalian kapan mendaftarkan pernikahan?
-
-
-
Chapter 57
Princess Kinan
01:01,Aug 04,2023
~Saat melihatnya kembali maka saat itu pula aku tak akan pernah melepaskannya lagi~
Ting!
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pintu lift terbuka lebar dan ia segera memasukinya tanpa pikir panjang. Namun, seketika pandangannya tertuju pada seseorang. Suasana di dalam lift itu langsung terasa begitu mencengkam, seperti ada aura gelap dan menakutkan menyelimuti lift. Wanita itu langsung menoleh ke belakangnya untuk memastikan apakah pandangannya keliru, dan tatapannya beradu dengan mata abu gelap yang begitu tajam milik seseorang yang pernah ia kenal. Orang itu menyeringai kecil dengan tatapan lapar menelusuri seluruh tubuhnya, membuat sang wanita merasa sangat gugup dan ketakutan.
“Se-selamat siang, Pak Davero,” gumamnya dengan gugup.
“Siang,” jawabnya dengan suara serak.
Pria tinggi nan tampan itu melangkahkan kakinya mendekati sang wanita, membuat sang wanita terperangah dan mundur perlahan. Pria yang dipanggil Davero itu tak menghentikan gerakannya. Ia terus melangkah memojokkan sang wanita hingga menyentuh dinding lift di belakangnya, ia terlihat ketakutan karena sang pria semakin merapat.
“Lama tak bertemu,” ucap Davero diiringi seringaian yang membuat bulu kuduk berdiri.
Sang wanita tak bisa berkutik sedikit pun. Apalagi sebelah tangan pria itu menyentuh dinding tepat di samping kepala wanita cantik itu.
“A-apa yang kau inginkan dariku?” tanya sang wanita dengan suara lemah, nyaris berbisik setelah mengumpulkan segenap keberaniannya.
“Kau!”
Seketika tubuh wanita itu menegang dan merinding karena mendengar bisikan penuh ancaman dan penekanan yang tak terbantahkan. Tanpa sadar wanita itu menahan napasnya karena rasa takut.
“You’re Mine!”
-