-
-
-
-
-
-
Chapter 40
Dimas Andrian
09:00,Mar 23,2024
Dia pernah menjadi prajurit terkuat di pasukan khusus Naga Api, kemudian terluka parah dan memiliki penyakit tersembunyi, jadi dia tidak punya pilihan selain pensiun, awalnya dia ingin pulang dan menjadi generasi kedua yang kaya, namun tidak pernah menyangka bahwa perusahaan keluarganya akan ditipu dan bangkrut, ayahnya sakit parah, terlilit hutang, untuk memperbaiki keadaan keluarganya, dia memilih melakukan pernikahan palsu dengan gadis impiannya, namun tidak pernah menyangka bahwa penyakitnya yang tersembunyi akan menjadi kekayaan terbesarnya...
-
-
-
-
Chapter 230
Nathaniel Kwon
08:04,Dec 03,2025
Dia adalah seorang yatim piatu dengan bakat biasa-biasa saja dan latar belakang yang rendah hati.
Melalui ketekunan dan ketidakmauan untuk menerima biasa-biasa saja, ia berlatih kultivasi dengan putus asa.
Dengan keberuntungan, ia membangkitkan Jiwa Bela Diri Kuno, yang sudah lama punah di dunia ini, dan sejak saat itu, kebangkitannya tak terbendung, seperti komet yang melesat tinggi, memulai perjalanan kultivasi untuk mendominasi dunia.
Berawal sebagai pengemis yang sering dibully orang lain, ia mulai bersinar pada setiap langkah, memasuki era kekacauan di mana Sekte-sekte banyak, bakat-bakat berlimpah, Sepuluh Ribu Klan bersaing untuk kekuasaan, dan pahlawan-pahlawan manusia muncul satu demi satu di dunia yang luas dan megah.
Dengan 'Jiwa Bela Diri Langit Tirani', ia berjanji untuk membentuk mitosnya sendiri!
-
-
-
-
-
-
-
-
Chapter 50
The Whitest Raven
08:02,Oct 30,2024
"Aku sudah berkali-kali menekankan bahwa atmosfer di dunia kultivasi memang sudah miring sejak awal, bukan karena aku. Katanya, sejarah ditulis oleh para pemenang, jadi kenapa aku masih difitnah meskipun aku menang?" kata Lu Yang, Sang Dewa Pedang, dalam sebuah wawancara dengan para wartawan, dengan penuh kemarahan.
Keesokan harinya.
"Aku sudah berkali-kali menekankan bahwa atmosfer di dunia kultivasi memang dimiringkan olehku. Sejarah ditulis oleh para pemenang, dan aku yang menang!" kata Lu Yang, Sang Dewa Pedang, dalam wawancara dengan wartawan, dengan penuh kemarahan. —— laporan dari "Cultivation Daily"
Lu Yang: "......"
-